top of page
headline halaman diesel_edited.jpg

PETRODIESEL vs BIODIESEL (BIOSOLAR)

Kalori DARI BIOSOLAR yang lebih kecil 10%-15%

Pemakaian BBM akan lebih boros karena energi yang dihasilkan

lebih sedikit.

BIOSOLAR Lebih banyak kontaminasi air

Akan lebih mudah menyebabkan karat, dan mengurangi efisiensi

pembakaran.

BIOSOLAR Rentan Terhadap pertumbuhan Algae / ganggang

Algae/ganggang yang terus bertumbuh dalam BBM solar akan terus

mengurangi kualitas solar sehingga efisiensi dan performa

pembakaran menurun.

Kualitas Biosolar yang belum baik

BBM yang kotor dapat menyumbat Filter sehingga umur filter pendek.

Deposit sisa pembakaran menjadi lebih banyak sehingga

mengotori bagian pembakaran termasuk Injektor.

halaman diesel 2.jpg

PROBLEM DARI PENGGUNAAN BIODIESEL DI INDONESIA

Power loss

Kalori yang lebih kecil berarti power yang lebih rendah dan kualitas biosolar yang beredar cukup rendah menyebabkan performa yang lebih menurun lagi.

Kerusakan pada injektor

Deposit kotoran, sulfur dan kontaminasi air memperpendek umur injektor secara signifikan.

Pompa bbm yang rusak

Bakteri dan kotoran-kotoran lain akan menjadi lumpur dalam solar dan akan menyumbat serta merusak pompa BBM filter dan yang tersumbat

Kotoran-kotoran dan ganggang yang tumbuh dalam BBM akan membentuk lumpur yang menyumbat filter, sehingga akan harus sering diganti.

Asap yang banyak

Kotoran, ganggang dan air akan membuat solar lebih sulit terbakar dengan baik, yang menyebabkan banyaknya asap pembuangan.

Deposit kotoran yang menumpuk

Banyaknya kontaminasi kotoran dan kadar sulfur yang tinggi dalam biosolar indonesia akan menyebabkan penumpukan deposit kotoran di ruang pembakaran.

©2020 by CTX.

bottom of page